Rabu, 18 Februari 2015
Jumat, 27 Juni 2014
Marhaban Ya Ramadhan - Selamat Datang Bulan Ramadhan

"Marhaban Ya Ramadhan"
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Marhaban Ya Ramadhan - Selamat Datang Bulan Ramadhan
Do'a Malaikat Jibril adalah sbb:
"Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad,
apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
- Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
- Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami istri;
- Tidak berma'afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.
Maka Rasulullahpun mengatakan amiin sebanyak 3 kali.
Dapat kita bayangkan, yang berdo'a adalah Malaikat dan yang meng-amiinkan adalah Rasullullah
dan para sahabat, dan dilakukan pada hari Jum'at.
Tanpa Disadari
11 bulan
banyak kata sudah diucapkan dan dilontarkan
tak semua menyejukkan,
11 bulan
banyak perilaku yang sudah dibuat dan diciptakan
tak semua menyenangkan,
11 bulan
banyak keluhan, kebencian, kebohongan
menjadi bagian dari diri,
saatnya istirahat dalam "perjalanan dunia"
saatnya membersihkan jiwa yang berjelaga,
saatnya menikmati indahnya kemurahanNya
saatnya memahami makna pensucian diri
Selamat menunaikan Ibadah Puasa
bersama kita leburkan kekhilafan,
Semoga dengan puasa mempertemukan kita
dengan Keagungan Lailatul Qadar
dan kita semua menjadi pilihanNya
untuk dikabulkan do'a - do'a
dan kembali menjadi fitrah
Amin.
IRFAN JEMBER
Sabtu, 17 Mei 2014
Sejarah Kabupaten Jember
Berbagai upaya baik seminar maupun penelitian yang telah dilakukan oleh lembaga penelitian, Perguruan Tinggi maupun oleh sejarawan belum bisa mengungkap kejelasan yang pasti tentang kapan Kabupaten ini lahir. Pemkab Jember masih memberi Kesempatan luas untuk menampung sumbangan pemikiran untuk dijadikan bahan kajian dalam menentukan fakta sejarah guna mengetahui kapan hari jadi Kabupaten Jember sebenarnya.
Hari jadi bagi suatu daerah sangatlah penting dan mendasar, karena menandai suatu awal pemerintahan sehingga dapat dijadikan ukuran waktu bagi daerah kapan mulai berpemerintahan?
Sementara ini untuk menentukan hari jadi Kabupaten Jember berpedoman pada sejarah pemerintahan kolonial Belanda, yaitu berdasarkan pada Staatsblad nomor 322 tanggal 9 Agustus 1928 yang mulai berlaku tanggal 1 Januari 1929 sebagai dasar hukumnya.
Dalam Staatsblad 322 tersebut, dijelaskan bahwa Pemerintah Hindia Belanda telah mengeluarka ketentuan tentang penataan kembali pemerintahan desentralisasi di Wilayah Propinsi Jawa Timur, antara lain dengan REGENSCHAP DJEMBER sebagai masyarakat kesatuan hukum yang berdiri sendiri.
Secara resmi ketentuan tersebut diterbitkan oleh Sekretaris Umum Pemerintahan Hindia Belanda (De Aglemeene Secretaris) G.R. Erdbrink, pada tanggal 21 Agustus 1928.
Mempelajari konsideran Staatsblad Nomor 322 tersebut, diperoleh data yang menunjukkan bahwa Kabupaten Jember menjadi kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri dilandasi 2 macam pertimbangan, yaitu Pertimbangan Yuridis Konstitusional dan Pertimbangan Politis Sosiologi.
Yang unik adalah, Pemerintah Regenschap Djember diberi waktu itu dibebani pelunasan hutang-hutang berikut bunganya menyangkut tanggungan Regenschap Djember. Dari artikel ini dapat dipahami bahwa dalam pengertian administratif serta sebutan regent atau Bupati sebagai Kepala Wilayah Kabupaten, diatur dalam artikel 7. Demikian juga pemisahan secara tegas antara Jember dan Bondowoso sebagai bagian dari wilayah yang lebih besar, yaitu Besuki dijelaskan pada artikel 7 ini.
Pada ayat 2 dan 4 artikel 7 ini disebutkan bahwa ayat 2 artikel 121 Ordonasi Propinsi Jawa Timur adalah landasan kekuatan bagi pembuatan Staatsblad tentang pembentukan Kabupaten-kabupaten di Jawa Timur.
Semua ketentuan yang dijabarkan dalam staatsblad ini dinyatakan berlaku mulai tanggal 1 Januari 1929, ini disebutkan pada artikel terakhir dari staatsblad ini. Hal inilah yang memberikan keyakinan kuat kepada kita bahwa secara hukum Kabupaten Jember dilahirkan pada tanggal 1 Januari 1929 dengan sebutan “REGENSCHAP DJEMBER”.
Sebagaimana lazimnya sebuah peraturan perundang-undangan, supaya semua orang mengetahui maka ketentuan penataan kembali pemerintahan desentralisasi Wilayah Kabupaten Jember yang pada waktu itu disebut regenschap, dimuat juga dalam Lembaran Negara Pemerintahan Hindia Belanda.
Selanjutnya perlu diketahui pula bahwa, Staatsblad nomor 322 tahun 1928 diatas ditetapkan di Cipanas oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda dengan Surat Keputusan Nomor : IX tertanggal 9 Agustus 1928. Pada perkembangannya dijumpai perubahan-perubahan sebagai berikut :
Pemerintah Regenschap Jember yang semula terbagi menjadi 7 Wilayah Distrik pada tanggal 1 Januari 1929 sejak berlakunya Staatsblad Nomor 46 tahun 1941 tanggal 1 Maret 1941 maka Wilayah Distrik dipecah-pecah menjadi 25 Onderdistrik, yaitu :
- Distrik Jember, meliputi onderdistrik Jember, Wirolegi dan Arjasa ;
- Distrik Kalisat, meliputi onderdistrik Kalisat, Ledokombo, Sumberjambe dan Sukowono;
- Distrik Rambipuji, meliputi onderdistrik Rambipuji, Panti, Mangli dan Jenggawah ;
- Distrik Mayang, meliputi onderdistrik Mayang, Silo, Mumbulsari dan Tempurejo ;
- Distrik Tanggul, meliputi onderdistrik Tanggul, Sumberbaru dan Bangsalsari ;
- Distrik Puger, meliputi onderdistrik Puger, Kencong, Gumukmas dan Umbulsari ;
- - Distrik Wuluhan, meliputi onderdistrik Wuluhan, Ambulu dan Balung.
Perkembangan perekonomian begitu pesat, mengakibatkan timbulnya
pusat-pusat perdagangan baru terutama perdagangan hasil-hasil pertanian,
seperti padi, palawija dan lain-lain, sehingga bergeser pulalah
pusat-pusat pemerintahan di tingkat distrik, seperti distrik Wuluhan ke
Balung, sedangkan distrik Puger bergeser ke Kencong.
Berdasarkan Undang-undang Nomor : 12 Tahun 1950 tentang Pemerintah Daerah Kabupaten di Jawa Timur, menetapkan pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Timur (dengan Perda) antara lain Daerah Kabupaten Jember ditetapkan menjadi Kabupaten Jember.
Dengan dasar Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1976, maka dibentuklah Wilayah Kota Jember dengan penataan wilayah-wilayah baru sebagai berikut :
Kecamatan Jember dihapus dan dibentuk 3 kecamatan baru, masing-masing Sumbersari, Patrang dan Kaliwates, sedang Kecamatan Wirolegi menjadi Kecamatan Pakusari dan Kecamatan Mangli menjadi Kecamatan Sukorambi.
Bersamaan dengan pembentukan Kota Administratif Jember, Wilayah Kawedanan Jember bergeser pula dari Jember ke Arjasa yang wilayah kerjanya meliputi Arjasa, Pakusari dan Sukowono yang sebelumnya masuk Distrik Kalisat.
Dengan adanya perubahan-perubahan tersebut, pada perkembangan berikutnya maka secara administratif, Kabupaten Jember terbagi menjadi 7 Wilayah Pembantu Bupati, 1 Wilayah Kota Administratif dan 31 Kecamatan, yaitu :
Berdasarkan Undang-undang Nomor : 12 Tahun 1950 tentang Pemerintah Daerah Kabupaten di Jawa Timur, menetapkan pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Timur (dengan Perda) antara lain Daerah Kabupaten Jember ditetapkan menjadi Kabupaten Jember.
Dengan dasar Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1976, maka dibentuklah Wilayah Kota Jember dengan penataan wilayah-wilayah baru sebagai berikut :
Kecamatan Jember dihapus dan dibentuk 3 kecamatan baru, masing-masing Sumbersari, Patrang dan Kaliwates, sedang Kecamatan Wirolegi menjadi Kecamatan Pakusari dan Kecamatan Mangli menjadi Kecamatan Sukorambi.
Bersamaan dengan pembentukan Kota Administratif Jember, Wilayah Kawedanan Jember bergeser pula dari Jember ke Arjasa yang wilayah kerjanya meliputi Arjasa, Pakusari dan Sukowono yang sebelumnya masuk Distrik Kalisat.
Dengan adanya perubahan-perubahan tersebut, pada perkembangan berikutnya maka secara administratif, Kabupaten Jember terbagi menjadi 7 Wilayah Pembantu Bupati, 1 Wilayah Kota Administratif dan 31 Kecamatan, yaitu :
- - Kota Administratif jember, meliputi Kec. Kaliwates, Patrang dan Sumbersari ;
- - Pembantu Bupati di Arjasa, meliputi Kec. Arjasa, Jelbuk, Pakusari dan Sukowono ;
- - Pembantu Bupati di Kalisat, meliputi Kec. Ledokombo, Sumberjambe dan Kalisat ;
- - Pembantu Bupati di Mayang, meliputi Kec. Mayang, Silo, Mumbulsari dan Tempurejo ;
- - Pembantu Bupati di Rambipuji, meliputi Kec. Rambipuji, Panti, Sukorambi, Ajung dan Jenggawah ;
- - Pembantu Bupati di Balung, meliputi Kec. Ambulu, Wuluhan dan Balung ;
- - Pembantu Bupati di Kencong, meliputi Kec. Kencong, jombang, Umbulsari, Gumukmas dan Puger ;
- - Pembantu Bupati di Tanggul, meliputi Kec. Semboro, Tanggul, Bangsalsari dan Sumberbaru.
Namun dengan diberlakukannya Otonomi Daerah sebagaimana tuntutan
Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, maka
sejak tanggal 1 Januari 2001 Pemerintah Kabupaten Jember juga telah
melakukan penataan kelembagaan dan struktur organisasi, termasuk
dihapusnya Kota Administratif Jember.
Demikian juga lembaga Pembantu Bupati berubah menjadi Kantor Koordinasi Camat. Namun setelah mengevaluasi selama setahun terhadap implementasi Otoda, Pemkab Jember melalui Perda Nomor 12 Tahun 2001 melikuidasi lembaga Kantor Koordinasi Camat.
Sehingga dalam menjalankan roda pemerintahan di era Otonomi Daerah ini Pemerintah Kabupaten Jember telah berhasil menata struktur organisasi dan kelembagaan hingga tingkat pemdes/kel.
Dengan demikian, maka terhitung mulai tanggal 1 Januari 2001 Kabupaten Jember memasuki paradigma baru dalam sistem pemerintahan yaitu dari sistem sentralisasi ke sistem desentralisasi atau Otonomi Daerah, dengan melaksanakan 10 kewenangan wajib otonomi sehingga memberikan keleluasaan penuh untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri sesuai keinginan dan aspirasi rakyatnya sesuai peraturan perundangan yang berlaku, dengan misi utama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Adapun SOTK Perangkat Daerah Pemkab Jember sebagai implementasi PP. Nomor 8 Tahun 2003 meliputi : 5 Badan, 14 Dinas, 3 Kantor, 3 RSUD, sementara Sekretariat Daerah membawahi 9 Bagian.
NAMA-NAMA BUPATI YANG PERNAH MENJABAT DI KABUPATEN JEMBER
Demikian juga lembaga Pembantu Bupati berubah menjadi Kantor Koordinasi Camat. Namun setelah mengevaluasi selama setahun terhadap implementasi Otoda, Pemkab Jember melalui Perda Nomor 12 Tahun 2001 melikuidasi lembaga Kantor Koordinasi Camat.
Sehingga dalam menjalankan roda pemerintahan di era Otonomi Daerah ini Pemerintah Kabupaten Jember telah berhasil menata struktur organisasi dan kelembagaan hingga tingkat pemdes/kel.
Dengan demikian, maka terhitung mulai tanggal 1 Januari 2001 Kabupaten Jember memasuki paradigma baru dalam sistem pemerintahan yaitu dari sistem sentralisasi ke sistem desentralisasi atau Otonomi Daerah, dengan melaksanakan 10 kewenangan wajib otonomi sehingga memberikan keleluasaan penuh untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri sesuai keinginan dan aspirasi rakyatnya sesuai peraturan perundangan yang berlaku, dengan misi utama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Adapun SOTK Perangkat Daerah Pemkab Jember sebagai implementasi PP. Nomor 8 Tahun 2003 meliputi : 5 Badan, 14 Dinas, 3 Kantor, 3 RSUD, sementara Sekretariat Daerah membawahi 9 Bagian.
NAMA-NAMA BUPATI YANG PERNAH MENJABAT DI KABUPATEN JEMBER
- - Noto Hadinegoro (1929 - 1942)
- - Boediardjo (1942 - 1943)
- - R. Soedarman (1943 - 1947)
- - Roekmoroto (1947 - 1950)
- - R. Soekarto (1950 - 1957)
- - R. Soedjarwo (1957 - 1959)
- - Moh. Djojosoemardjo (1959 - 1961)
- - R. Soedjarwo (1961 - 1964)
- - R. Oetomo (1964 - 1967)
- - Moh. Huseindipotruno (1967 - 1968)
- - Abd. Hadi (1968 - 1979)
- - Soepono (1979 - 1984)
- - Soeryadi Setiawan (1984 - 1989)
- - Priyanto Wibowo (1989 - 1994)
- - Winarno (1994 - 1999)
- - Samsul Hadi Siswoyo (2000 – Mei 2005)
- - Sjahrazad Masdar (Mei 2005 - 15 Agustus 2005) (Penjabat Bupati)
- 18 -Ir. H. MZA. Djalal, Msi (15 Agustus 2005 - Sekarang)
Selasa, 22 April 2014
lagu terbaru 2014
lagu pop terbaru 2014
http://www.youtube.com/watch?v=XJZAoRv8mk0&list=TLoRJrjLpsN_T4xF5SSc6jgBR_6nJpcePu
http://www.youtube.com/watch?v=XJZAoRv8mk0&list=TLoRJrjLpsN_T4xF5SSc6jgBR_6nJpcePu
Emilia Contessa Raih Suara Terbanyak di Jember
Artis ibu kota lainnya,
yang maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Daerah
Pemilihan Jawa Timur, Emilia Contessa, meraih dukungan terbanyak di
Kabupaten Jember.
Dari hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember, artis kelahiran Banyuwangi ini memperoleh suara sebanyak 85.359 suara. Sedangkan dukungan terbanyak kedua diraih oleh Siti Aminah sebanyak 72.961 suara.
“Setelah kita lihat, lagi- lagi artis (Emilia Contessa) yang sudah dikenal, punya ketokohannya mungkin, mendulang suara terbanyak,” ujar Ketua KPU Kabupaten Jember, Ketty Tri Setyorini, di sela-sela rapat rekapitulasi perolehaan suara, Senin (21/4/2014).
Meski memperoleh suara terbanyak di Jember, bukan berarti Emilia Contessa akan terpilih langsung sebagai anggota DPD RI mewakili Provinsi Jawa Timur.
“Kalau berbicara DPD, nanti harus melihat perolehan seluruh Provinsi Jawa Timur. Nanti digabungkan kemudian dihitung, lalu dilihat rangkingnya. Kalau rangkingnya 1,2,3,4 berarti dia yang akan ditetapkan sebagai calon terpilih,” imbuh Ketty.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lapangan, saat ini rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan perolehan suara pemilu anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, masih berlangsung. Penghitungan kali ini sudah memasuki penghitungan perolehan suara untuk DPRD Provinsi Jawa Timur.
Dari hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember, artis kelahiran Banyuwangi ini memperoleh suara sebanyak 85.359 suara. Sedangkan dukungan terbanyak kedua diraih oleh Siti Aminah sebanyak 72.961 suara.
“Setelah kita lihat, lagi- lagi artis (Emilia Contessa) yang sudah dikenal, punya ketokohannya mungkin, mendulang suara terbanyak,” ujar Ketua KPU Kabupaten Jember, Ketty Tri Setyorini, di sela-sela rapat rekapitulasi perolehaan suara, Senin (21/4/2014).
Meski memperoleh suara terbanyak di Jember, bukan berarti Emilia Contessa akan terpilih langsung sebagai anggota DPD RI mewakili Provinsi Jawa Timur.
“Kalau berbicara DPD, nanti harus melihat perolehan seluruh Provinsi Jawa Timur. Nanti digabungkan kemudian dihitung, lalu dilihat rangkingnya. Kalau rangkingnya 1,2,3,4 berarti dia yang akan ditetapkan sebagai calon terpilih,” imbuh Ketty.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lapangan, saat ini rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan perolehan suara pemilu anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, masih berlangsung. Penghitungan kali ini sudah memasuki penghitungan perolehan suara untuk DPRD Provinsi Jawa Timur.
Berita Terkait: Pemilu 2014
Minggu, 15 Desember 2013
200 Jaran Kencak Terbaik, Akan Meriahkan Pembukaan Harjalu
A’ak Abdullah Al-Kudus, ketua Paguyuban
Jharan Kencak Lumajang mengatakan dalam festival ini bakal digelar pada
Minggu, 1 Desember 2013, rute dari alun-alun kabupaten Lumajang melewati
jalan PB Sudirman hingga terakhir di Stadion Semeru.
Dijelaskan, tampilan kuda terbaik
Lumajang, yang akan menari menggunakan dua kaki di sepanjang jalan utama
kota Lumajang. Juga atraksi unik dan lucu dari tarian kopyah para
pawang kuda akan disuguhkan buat masyarakat Lumajang.
Sebagai Ketua Paguyuban Jaran Kencak
Lumajang, A’ak mengaku sangat senang atas respon Pemkab Lumajang, dalam
mewadahi seni Jaran Kencak sebagai kesenian kas daerah. Apresiasi ini,
diharapkan bisa terselenggara dalam konteks yang lebih esar lagi. “Kami
senang bisa tampil melestarikan kesenian daerah di tengah kota,”
terangnya.
Seperti daerah-daerah yang lain,
setidaknya seni Jaran Kencak bisa menjadi icon budaya Lumajang yang bisa
menasional, bahkan mendunia. Di samping akan menjadi tontonan yang
sangat menghibur bagi masyarakat Lumajang, festival kesenian asli
Lumajang ini, akan membangkitkan rasa bangga dan kecintaan di hati
masyarakat.
Kesenian tradisional asli Lumajang ini,
dijelaskan oleh A’ak, muncul pada masa Kerajaan Wirabhumi dengan Raja
Arya Wiraraja. Kekuasaan Wirabhumi meliputi Tapal Kuda dan Madura,
bahkan hingga ke Bima dengan pusat kerajaannya di Kuta Raja Lamajang
yang kini menjadi Desa Biting.
Kesenian ini adalah bentuk ekspresi suka cita masyarakat atas kondisi wilayah yang makmur dan sejahtera, gemah ripah lah jinawi. Ada
juga yang menyebutkan kesenian ini bentuk penghormatan pada kuda
Ranggalawe (putra Arya Wiraraja) yang bernama Nila Ambhara. Kuda itu
menurut dia terkenal sebagai kuda paling tangguh dan pintar.
Adalah Klabisajeh, pertapa suci yang
tinggal di lereng Gunung Lemongan, sebagai orang pertama kali yang
menciptakan kesenian Jaran Kencak ini. Berkat kesaktiannya dia bisa
membuat kuda liar menjadi tunduk jinak dan pandai menari.
Kepala Kantor Pariwisata Seni dan Budaya
(Kanparsenbud) Kabupaten Lumajang, Gawat Sudarmanto, menegaskan
Pemerintah Daerah akan mengupayakan agar Festival Jaran Kencak bisa
dilaksanakan rutin. Yakni tiap tanggal 1 Desember membuka perayaan
Harjalu. “Supaya Festival Jaran Kencak menjadi agenda wisata nasional,”
katanya. (yn)
Sabtu, 16 November 2013
Puluhan Rumah dan Gedung Sekolah di Senduro Rontok Disapu Putting Beliung
Informasi dari lokasi kejadian, angin
puting beliung yang diawali dengan hujan deras tersebut, juga
menumbangkan puluhan pohon yang ada di kawasan tersebut. Kerusakan
terparah akibat terjangan putting beliung, menurut sumber informasi
terjadi di seputaran pasar Agropolitan, Senduro.
"Ada 15 bangunan yang rusak dan puluhan
pohon tumbang akibat terjangan angin puting beliung siang tadi Mas,"
terang Rochani, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Kabupaten Lumajang ketika dihubungi.
Dijelaskan, 15 bangunan yang rusak
parah, termasuk puluhan rumah warga dan gedung SMP 1 Senduro. "Gedung
SMP Negeri 1 Senduro ikut rusak, sebagian ruangan kelas ambruk dan pagar
sekolah roboh," jelasnya.
Pasca kejadian, bersama dengan Tim dari
BPBD Lumajang, menyusul kemudian sejumlah relawan dan pihak Muspika
Kecamatan Senduro, Rochani langsung menuju lokasi guna melakukan
pendataan. Sampai di lokasi pun, disampaikan oleh Rochani, Hujan masih
turun disertai angin kencang.
"Ini masih didata sementara, bisa saja
bertambah karena hujan masih turun disertai angin," kata Rochani yang
turun langsung ke lokasi memimpin timnya.
Relawan LPBI NU Lumajang, Siti
Sulhunaini yang juga berada di lokasi mengabarkan, terjangan angin
putting beliung di kawasan Kecamatan Senduro ini adalah yang kedua
kalinya. Seperti kejadian sebelumnya, terjangan putting beliung kali ini
juga merusak sejumlah bangunan, dan menumbangkan puluhan pohon. (yn)
Marisa Cauchi Wanita yang Membongkar Skandal Cinta Sven-Goran Eriksson
daily mail
Eriksson memang tak membuat daftar perempuan-perempuan yang pernah
singgah di hati dan ranjangnya dalam buku itu, namun pria berkebangsaan
Swedia yang kini berusia 65 tahun itu, menyebut sejumlah nama yang
disebutnya sebagai kekasih, termasuk Nancy Dell'Ollio.
Sayangnya, dia melewatkan satu nama penting, Marisa Cauchi. Padahal perempuan miliuner yang tinggal di Burt, Lancashire, Inggris itu, pernah menjadi kekasih Eriksson selama kurang lebih empat tahun, dan berakhir tahun 2011 lalu.
Merasa sakit hati lantaran "tak diakui' dalam sejarah hidup Eriksson, Cauchi pun bertindak. Dia berbicara pada pers dan membongkar skandal seks Eriksson yang mungkin sulit dipercaya orang.
"Dia mengatakan bahwa saya satu-satunya perempuan dalam hidupnya, dan melarang saya berbicara pada umum tentang hubungan kami. Tapi belakangan saya tahu, ternyata di balik larangan itu agar dia bisa berhubungan dengan lima perempuan lain," ujar Cauchi, seperti dilansir Daily Mail.
Yang paling pahit, kata Marisa, dia merasa dibodohi lantaran menjadi satu-satunya orang yang percaya pada kebohongan Eriksson. "Waktu saya marah pada agennya, dia cuma menghela napas. Seolah-olah itu sudah biasa terjadi. Saya benar-benar merasa sangat bodoh," ujarnya.
Skandal cita Erikson juga terkuak setelah telepon selulernya ternyata disadap oleh media Inggris, News of the World selama kurang lebih 4 tahun. Kenyataan ini terungkap dalam persidangan kasus penyadapan telpon yang membuat News of The World ditutup.
Dalam persidangan terungkap jika News of The World menyewa hacker spesialis bernama Glenn Mulcaire untuk menyadap handphone Sven-Goran Eriksson. Saat itu News of The World menyadap handphone Eriksson untuk menggali informasi tentang Faria Alam. Wanita cantik karyawan FA yang terlibat hubungan asmara dengan Eriksson.
Sayangnya, dia melewatkan satu nama penting, Marisa Cauchi. Padahal perempuan miliuner yang tinggal di Burt, Lancashire, Inggris itu, pernah menjadi kekasih Eriksson selama kurang lebih empat tahun, dan berakhir tahun 2011 lalu.
Merasa sakit hati lantaran "tak diakui' dalam sejarah hidup Eriksson, Cauchi pun bertindak. Dia berbicara pada pers dan membongkar skandal seks Eriksson yang mungkin sulit dipercaya orang.
"Dia mengatakan bahwa saya satu-satunya perempuan dalam hidupnya, dan melarang saya berbicara pada umum tentang hubungan kami. Tapi belakangan saya tahu, ternyata di balik larangan itu agar dia bisa berhubungan dengan lima perempuan lain," ujar Cauchi, seperti dilansir Daily Mail.
Yang paling pahit, kata Marisa, dia merasa dibodohi lantaran menjadi satu-satunya orang yang percaya pada kebohongan Eriksson. "Waktu saya marah pada agennya, dia cuma menghela napas. Seolah-olah itu sudah biasa terjadi. Saya benar-benar merasa sangat bodoh," ujarnya.
Skandal cita Erikson juga terkuak setelah telepon selulernya ternyata disadap oleh media Inggris, News of the World selama kurang lebih 4 tahun. Kenyataan ini terungkap dalam persidangan kasus penyadapan telpon yang membuat News of The World ditutup.
Dalam persidangan terungkap jika News of The World menyewa hacker spesialis bernama Glenn Mulcaire untuk menyadap handphone Sven-Goran Eriksson. Saat itu News of The World menyadap handphone Eriksson untuk menggali informasi tentang Faria Alam. Wanita cantik karyawan FA yang terlibat hubungan asmara dengan Eriksson.
Sebelum Dibunuh, Juhardi Diminta Menghadap Batu Nisan
Ilustrasi M Juhardi (8), bocah
yang masih duduk di bangku kelas II SD Negeri 4 Tanah Abang Ilir,
Kecamatan Muarakuang, Kabupaten Ogan Ilir, tewas dengan kondisi bagian
leher nyaris putus usai ditebas menggunakan sebilah parang, Jumat
(15/11) pukul 07.30. Ironis, pelaku ayah kandungnya, Hartono (38).
Jumat pukul 5.00, Sugiyarti (31) seperti biasa melaksanakan salat
subuh dan menyiapkan sarapan serta melakukan kegiatan dapur lainnya.
Pukul 06.00, Hartono bangun dari tidur dan mandi. Tak lama kemudian
anaknya juga bangun tidur untuk segera berangkat sekolah.
Usai menyiapkan keperluan sekolah dan memberi makan, Sugiarti mengantar Juhardi berangkat ke sekolah.
Namun tiba-tiba sekitar pukul 07.15, Hartono membawa parang yang diacung-acungkan, kemudian langsung masuk kelas 2 SDN 4 Muarakuang untuk mengambil anaknya. Tanpa banyak omong, anaknya itu langsung dia gendong keluar kelas.
Kemudian menuju rumahnya anaknya diturunkan, dituntun berjalan kaki. Sambil mencari dan memanggil istrinya yang sedang berada di rumah tetangganya. Namun bukannya kembali ke rumah, Hartono malah membawa anaknya yang masih mengenakan seragam olahraga itu ke tempat pemakaman umum (TPU) sekitar 50 meter dari rumah.
Sugiarti sempat meminta anaknya jangan dibawa, Hartono malah menendang istrinya itu sambil berujar kalau dia hendak ke surga. Tak lama kemudian, sesampai di pemakaman, Juhardi disuruh ayahnya berdiri di depan batu nisan.
Sungguh Juhardi anak yang baik, dia menurut saja perintah sang ayah. Sugiarti saat itu posisinya masih dalam perjalanan menyusul usai terjatuh kena tendang.
Tak lama, Sugiarti mendengar suara tebasan. Dia yang berjarak 3 meter dari lokasi eksekusi berteriak histeris. Juhardi pun tewas dalam kondisi masih mengenakan seragam olahraga, luka bacokan pada bagian leher sebelah kiri sehingga mengakibatkan bocah itu tidak bernyawa lagi.
Kepala Desa Tanah Abang, Hendri (37) bersama warga, datang ke lokasi setelah mendapat laporan dari Kepala SDN 4, Ernasari (51).
Kades dan warga mendapati Juhardi sudah dalam keadaan tergeletak bersimbah darah dengan kondisi tidak bernyawa. Sedangkan Hartono pada saat itu masih memegang sebilah parang.
Hendri dibantu warga mencoba mengamankan Hartono, tetapi langsung dapat perlawanan. Beberapa warga yang mencoba menghalau sempat terkena sabetan, sehingga salah seorang warga desa setempat bernama Budi bin Mahmud terluka.
Hartono juga mengibaskan parang ke arah tubuhnya sendiri hingga mengakibatkan luka bacok pada bagian kepala sebelah kanan serta luka bacok di bagian leher belakangnya. Setalah polisi datang, barulah dia dapat diamankan. Budi dan Hartono kemudian dibawa ke puskesmas.
Menurut Hendri, Hartono warga pendatang yang baru tiga bulan tinggal di Tanah Abang. Sebelumnya dia tinggal di Tugumulyo, Kabupaten OKI.
Kapolsek Muara Kuang Iptu Robi Sugara SH membenarkan telah terjadinya peristiwa berdarah tersebut. "Dugaan sementara, pelaku mengidap gangguan jiwa," katanya.
Robi mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap motif pembunuhan tersebut. Beberapa orang saksi yang pada saat kejadian tersebut berada di TKP juga dimintai keterangan. Polisi juga memeriksa Kepsek Ernasari, walikelas Ernawijaya (46), dan guru olahraga Herman (48).
Hartono rencananya akan dibawa ke RS Jiwa di Palembang.
Peristiwa ini mengulang insiden sebelumnya pada pertengahan Oktober lalu di Desa Embacang Kecamatan Tanjung Batu, seorang ayah tega menghabisi nyawa anak dan istri dengan menggunakan sebuah Palu karena masalah keluarga. (cr7/SP)
Usai menyiapkan keperluan sekolah dan memberi makan, Sugiarti mengantar Juhardi berangkat ke sekolah.
Namun tiba-tiba sekitar pukul 07.15, Hartono membawa parang yang diacung-acungkan, kemudian langsung masuk kelas 2 SDN 4 Muarakuang untuk mengambil anaknya. Tanpa banyak omong, anaknya itu langsung dia gendong keluar kelas.
Kemudian menuju rumahnya anaknya diturunkan, dituntun berjalan kaki. Sambil mencari dan memanggil istrinya yang sedang berada di rumah tetangganya. Namun bukannya kembali ke rumah, Hartono malah membawa anaknya yang masih mengenakan seragam olahraga itu ke tempat pemakaman umum (TPU) sekitar 50 meter dari rumah.
Sugiarti sempat meminta anaknya jangan dibawa, Hartono malah menendang istrinya itu sambil berujar kalau dia hendak ke surga. Tak lama kemudian, sesampai di pemakaman, Juhardi disuruh ayahnya berdiri di depan batu nisan.
Sungguh Juhardi anak yang baik, dia menurut saja perintah sang ayah. Sugiarti saat itu posisinya masih dalam perjalanan menyusul usai terjatuh kena tendang.
Tak lama, Sugiarti mendengar suara tebasan. Dia yang berjarak 3 meter dari lokasi eksekusi berteriak histeris. Juhardi pun tewas dalam kondisi masih mengenakan seragam olahraga, luka bacokan pada bagian leher sebelah kiri sehingga mengakibatkan bocah itu tidak bernyawa lagi.
Kepala Desa Tanah Abang, Hendri (37) bersama warga, datang ke lokasi setelah mendapat laporan dari Kepala SDN 4, Ernasari (51).
Kades dan warga mendapati Juhardi sudah dalam keadaan tergeletak bersimbah darah dengan kondisi tidak bernyawa. Sedangkan Hartono pada saat itu masih memegang sebilah parang.
Hendri dibantu warga mencoba mengamankan Hartono, tetapi langsung dapat perlawanan. Beberapa warga yang mencoba menghalau sempat terkena sabetan, sehingga salah seorang warga desa setempat bernama Budi bin Mahmud terluka.
Hartono juga mengibaskan parang ke arah tubuhnya sendiri hingga mengakibatkan luka bacok pada bagian kepala sebelah kanan serta luka bacok di bagian leher belakangnya. Setalah polisi datang, barulah dia dapat diamankan. Budi dan Hartono kemudian dibawa ke puskesmas.
Menurut Hendri, Hartono warga pendatang yang baru tiga bulan tinggal di Tanah Abang. Sebelumnya dia tinggal di Tugumulyo, Kabupaten OKI.
Kapolsek Muara Kuang Iptu Robi Sugara SH membenarkan telah terjadinya peristiwa berdarah tersebut. "Dugaan sementara, pelaku mengidap gangguan jiwa," katanya.
Robi mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap motif pembunuhan tersebut. Beberapa orang saksi yang pada saat kejadian tersebut berada di TKP juga dimintai keterangan. Polisi juga memeriksa Kepsek Ernasari, walikelas Ernawijaya (46), dan guru olahraga Herman (48).
Hartono rencananya akan dibawa ke RS Jiwa di Palembang.
Peristiwa ini mengulang insiden sebelumnya pada pertengahan Oktober lalu di Desa Embacang Kecamatan Tanjung Batu, seorang ayah tega menghabisi nyawa anak dan istri dengan menggunakan sebuah Palu karena masalah keluarga. (cr7/SP)
Akhirnya, Dua Pendaki Semeru Yang Hilang Berhasil Ditemukan Semua
Keduanya ditemukan dalam kondisi masih
hidup. Aziz yang ditemukan lebih dahulu kondisinya mengalami patah
tulang kaki kiri akibat terjatuh. Sementara Rifki ditemukan dalam
kondisi lemas akibat dehidrasi dan kelaparan.
Informasi yang berhasil dihimpun
menyebutkan, Rifki ditemukan di sekitar Gunung Boto yang memiliki
ketinggan sekitar 2300 mdpl. Kondisi Rifki disebut sangat lemah saat
ditemukan oleh tim SAR gabungan.
Kepala SAR Kabupaten Lumajang, Nugroho
Dwi Atmoko mengatakan, Rifki ditemukan sekira pukul 11.34 WIB. Saat
ditemukan, kata dia kondisi Rifki sangat lemah. Sebab, selama lima hari,
pemuda kelahiran Jakarta tersebut hanya bertahan dengan minum air. “Al
hamdulillah ditemukan dengan selamat,” ungkapnya.
Rencananya, setelah dicek medis oleh
medis Polres Lumajang, Rifki langsung diserahkan kepada pihak keluarga.
Untuk mengetahui kondisi lebih lanjut, Rifki dibawa ke RS Bhayangkara
untuk perawatan lebih lanjut Rifki sudah diserahkanterimakan kepada
pihak keluarga. Usai ditemukan oleh tim SAR, Rifki memang langsung
dievakuasi. Karena medan relatif aman, proses evakuasi tidak membutuhkan
waktu terlalu lama.
Selain kondisi yang lemah, Nugroho
mengaku Rifki mengalami sejumlah luka lecet di bagian kaki. Namun,
secara umum, Nugroho mengaku kondisinya baik-baik saja. “Sudah
mendapatkan perawatan,” ungkapnya.
Ayu Dwi Utari kepala TNBTS saat
dihubungi mengatakan, walau ditemukan dalam kondisi masih cukup sehat,
namun Rifki mengalami dehidrasi dan kelaparan yang hebat. Dievakuasi
dari Gunung Boto, sekitar pukul 16.00 WIB Rifki sudah sampai di posko
Tawon Songo dan segera mendapatkan pertolongan pertama.
Sesuai rencana awal, kedua korban yang
berhasil ditemukan akan dibawa terlebih dulu ke Lumajang. Sebab, di
Tawon Songo hanya mendapatkan pertolongan pertama saja. "Bila sesuai
rencana awal kedua korban akan dibawa ke Lumajang," paparnya.
Lanjut Ayu, kemungkinan besar Rifki bisa
bertahan selama hampir 5 hari, hanya makan dedaunan dan minum air yang
ada di cekungan. Namun, diakui fisik Rifki cukup bagus karena bisa
bertahan. "Yang perlu di garis bawahi bahwa Rifki juga baru pertama kali
mendaki Gunung," imbuhnya.
Ia melihat, bahwa Rifki terlalu berani
dan tidak memperhatiakn aturan-aturan pendakian. Selama Ia menjadi
kepala TNBTS sudah ada dua pendaki yang tersesat dan keduanya juga masih
baru pertama kali mendaki. "Semeru bukan ajang untuk coba-coba, ini
pembelajaran bagi yang lainnya," pungkasnya. (yn)
Terkontaminasi Tambak, 400 Hektar Lahan Petani Tidak Bisa Ditanami
Seperti dijelaskan oleh Said, petani di
Dusun Muneng, Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas bahwa semenjak adanya
usaha tambak udang yang dikelola investor asal Surabaya tersebut,
membuat lahan pertanian yang berada di seputaran tambak menjadi rusak.
“Bahkan semakin tahun lahan yang rusak semakin luas. Tahun ini saja,
lahan yang kemarin masih bisa ditanami, sudah tidak bisa lagi,”
terangnya.
Dijelaskan, sebelum adanya tambak udang
yang saat ini berdiri megah tersebut, petani masih bisa bercocok tanam
padi dan juga tanaman hortikultura lainnya. Namun, beberapa tahun
berselang, kualitas tanaman semakin menurun. Hingga kemudian lahan
tersebut sama sekali tidak bisa ditanami.
“Kalau toh ada yang memaksa menanam
sesuatu, pasti hasilnya tidak akan baik. Tanaman bisa kering karena
kondisi tanahnya,” ujar Said. Semenjak sepuluh tahun silam, mulai tahun
2000 ke atas, lahan seluas 4,5 hektar miliknya, terpaksa dibiarkan
begitu saja.
Subhan, petani lain menjelaskan, masalah
tersebut sempat dibincangkan dalam forum kelompok tani di desanya.
Selain itu upaya masyarakat untuk mencari solusi juga pernah diutarakan
kepada pihak desa. Namun hingga kini ternyata masih dalam jawaban
‘menunggu yang di atas’. “Kita petani adalah orang biasa. Kalau sudah di
jawab masih menunggu yang di atas, mau apa lagi kita,” terang Subhan.
Suparman, petani lain menjelaskan,
penyebab tidak produktifnya lahan ratusan hektar tersebut diindikasikan
karena terkontaminasi oleh air laut dari tambak. Diantaranya karena
adanya klep yang tidak berfungsi di area tambak tersebut.
“Katup tersebut berada di saluran keluar
masuknya air irigasi menuju air laut di sekitar tambak. Dahulunya,
ketika masih berfungsi, klep tersebut bisa menghalau air laut yang masuk
pada saat air pasang. Kemudian pada sat air surut, klep tersebut dapat
membuang saluran air dari irigasi di sekitar tambak,” ujar Suparman.
Said menambahkan, selama ini tidak ada
upaya dari pihak terkait untuk mencari solusi permasalahan tersebut.
Seperti halnya petugas dari dinas pengairan dan petugas dari dinas
pertanian sendiri, tidak ada yang berupaya memberikan keterangan yang
jelas kepada para petani.
“Tidak ada sama sekali upaya penjelasan
kepada kami. Seakan mereka hanya bergerak jika ada dana saja. Seperti
adanya PPL (petugas penyuluh lapangan), mulai dulu hingga kini tidak ada
yang membantu petani mengatasi lahan tersebut,” terangnya.
Kekecewaan para petani terhadap PPL juga
dinas terkait, yang terkesan tidak mau tahu dengan kesulitan petani,
membuat petani tidak mau membayar pajak atas tanah tersebut sebagai
bentuk protes dari kekecewaaan. “Ini sebagai bentuk protes Mas,” jelas
Said.
Dirinya berharap, pemerintah bisa
mencari solusi tentang permasalahan ini. Sehingga petani bisa bercocok
tanam dan bisa meraih hasil dari tanah tersebut untuk kehidupan
sehari-hari. “Kalau memang peduli, pemerintah seharusnya menurunkan tim
ahli untuk menguji tanah tersebut, guna mencari solusi pemecahannya,”
pungkasnya.
Jumat, 15 November 2013
penjual rujak diburu polisi
Melapornya korban Mapolsek Puger,
menyusul luka serius di tangan kanannya akibat menangkis serangan pisau
Andrik yang sedang dalam pengaruh minuman keras. “Pisau itu mengarah ke
dada saya, untung saja saya tangkis, jadi tangan saya yang terluka,”
terangnya.
Sri Sundari, keponakan korban
menjelaskan, kejadian bermula saat Suparmi sedang meracik rujak di
warung depan rumahnya. Saat itu, pelaku sedang berada di warung tersebut
bersama salah seorang temannya.
Karena sesuatu hal, kata Sri, Suparmi
menegur salah seorang teman pelaku. Andri yang tidak terima atas
perlakuan Suparmi kepada temannya, tiba-tiba saja membentak Suparmi.
“Sambil mengancam akan membunuhnya (Suparmi, red),” terang Sri.
Sambil marah-marah dan mengancam akan
membunuh korban, lanjut Sri, tiba-tiba Andrik menuju kerumahnya yang
hanya berjarak tiga rumah dari warung korban. Ternyata saat kembali ke
warung, Andrik sudah membawa pisau. “Sepertinya saat pulang, dia (Andri,
red) sengaja mengambil pisau dari rumahnya,” tambah Sri.
Tanpa disangka, Andrik yang nampak
terhuyung saat berjalan akibat minuman keras itu langsung menghunuskan
pisau tersebut ke arah korban. Rasa kaget bercampur takut, korban pun
spontan menangkis serangan pisau pelaku dengan tangannya. Walau serangan
pelaku gagal, namun tangan kanan korban mengalami luka serius setelah
menangkis serangan pelaku.
Di lingkungan Dusun Mandaran, Andrik
terkenal sebagai orang yang ganas dan pemabuk. Bahkan, para tetangga
yang waktu itu sempat menyaksikan ulah pelaku pada korban, hanya memilih
diam karena merasa takut dengan pelaku. Karenanya para tetangga tidak
ada yang berani mendekat.
“Dia baru saja keluar dari penjara.
Sekitar dua minggu yang lalu,” terang Sri. Sementara itu, usai menyerang
korban, hingga tangan korban berdarah-darah, pelaku ternyata langsung
kabur entah kemana.
Walau laporannya sudah rampung, Suparmi
terlihat enggan pulang kerumahnya. Dia mengaku takut, jangan-jangan
pelaku mendatanginya lagi dan berbuat jahat. “Ya kalau di sini saya
masih aman. Bagaimana nanti malam atau kapanpun, jika tidak segera
ditangkap, kan bisa saja datang lagi untuk menyerang saya kembali,”
terangnya.
Kondisi itu, membuat petugas Polsek
Puger bergegas melacak keberadaan pelaku yang diketahui langsung kabur
usai melukai tangan korban. Selain itu, sepak terjang pelaku dinilai
cukup membahayakan. Karena dalam catatan kriminalnya, pelaku merupakan
residivis kambuhan yang berkali-kali masuk penjara dengan berbagai
kasus. (tim)
korban puting beliung di bangsal sari jember
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa
tersebut. Namun hingga Selasa sore tadi, sesuai penuturan Aziz, kepala
desa setempat, masih belum ada kepedulian dari Pemerintah Kabupaten
Jember pada nasib warganya yang terkena musibah putting beliung
tersebut.
“Saya sudah melihat, bahkan sudah saya
laporkan ke Bapak Camat,” kata Aziz, Kepala Desa Tisnogambar ketika
ditemui wartawan sore tadi. Aziz juga menyesalkan sikap pemerintah
daerah, yang terkesan tidak peduli dengan korban bencana.
Pada beberapa kejadian yang menimpa
warga desanya, kata Aziz, pemerintah daerah selalu terlambat dalam
memberikan bantuan. “Saya sempat menyurati secara resmi, hingga mengirim
foto, namun kurang ada perhatian serius,” terangnya.
Hingga sore kemarin, belum ada bantuan
dari pemerintah yang menghampiri korban. Para korban yang rumahnya rata
dengan tanah, terpaksa memilih numpang ke rumah tetangga sambil menunggu
bantuan pemerintah untuk membangun rumahnya kembali.
Saham (50), warga Dusun Jatisari, Desa
Tisno Gambar, Kecamatan Bangsalsari yang rumahnya ambruk total oleh
terjangan putting beliung mengatakan, bahwa saat kejadian dirinya tidak
sedang berada di rumah. Begitu mendapat kabar, dirinya langsung bergegas
pulang.
Walau didapati rumahnya sudah rata
dengan tanah, namun Sahan bersyukur karena seluruh anggota keluarganya
masih diberi selamat dari musibah tersebut. “Ya bersyukur Mas, walau
barang-barang tidak ada yang bisa diselamatkan, namun seluruh angota
keluarga selamat,” terang Saham.
Kejadian itu sendiri, diceritakan oleh
Siadi menantu Saham, diawali dengan turunnya hujan yang tidak terlalu
deras. Namun kemudian angin berembus sangat kencang. “Seperti suara
kapal. Dan kami (istri, anak, dan iparnya, red) waktu itu berada di
dalam rumah,” kata Siadi.
Tiba-tiba saja, puting beliung menerjang
sisi barat rumahnya, yang seketika itu membuat rumahnya roboh. “Saat
rumah akan roboh, beruntung ada salah satu kayu rumah yang masih menahan
genteng. Jadi kami bisa selamat,” terang Siadi yang hanya mengalami
luka lecet di punggungnya.
Atas kejadian tersebut, Saham mengaku
tidak tahu pasti kapan dirinya bisa membangun rumahnya kembali. Sahan
dan keluarganya yang kini masih menumpang di rumah tetangga itu pun
berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah dalam membangun
rumahnya kembali. (tim)
penjual genteng ngecer togel,
wartajember.com –
Berawal dari informasi warga, jika di lingkungan Dusun Krajan, Desa
Tamansari, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember ada seorang bandar togel,
jajaran Reskrim Polsek Wuluhan segera turun ke lokasi. Ternyata benar,
ketika kembali, jajaran Reskrim sudah menggelandang Solihin (42), warga
setempat yang berprofesi sebagai penjual genteng.
Solihin yang ditangkap petugas melalui
sebuah penggerebekan di rumahnya sekitar pukul 16.30 WIB kemarin,
terbukti bersalah karena telah menggabungkan bisnis jual genteng dengan
bisnis barunya ‘ngecer’ togel. Selain berhasil mengamankan Solihin,
sejumlah alat pendukung judi togel juga diamankan dari rumah Solihin
sebagai barang bukti (BB)
“Saat kami mendatangi rumahnya,
tersangka sempat hendak kabur. Sedang barang bukti yang kami amankan
berupa buku rekapan togel, I-Phone buat transaksi dan uang hasil
penjualan sebesar Rp 300 ribu,” terang Aiptu Mukiyat, Kanit Reskrim
Polsek Wuluhan.
Dijelaskan, pelaku yang sempat berupaya
kabur saat petugas datang, akhirnya menyerah ketika mengetahui polisi
sudah berada di depan dan di belakang rumahnya.
Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku jika
dirinya masih satu setengah bulan menjalankan bisnis haramnya tersebut.
“Sebelumnya saya sebagai pembeli, namun dapat satu setengah bulan ini
saya menjadi bandar,” tegasnya.
Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat dengan pasal 303 KUHP tentang perjuadian. Dengan ancaman hukuman tiga tahun penjara.
Sementara, AKP. Jumadi, Kapolsek
Wuluhan, menjelaska, jika pihaknya memang gencar memberantas penyakit
masyarakat yang kian meraja lela tersebut. “Kami akan terus berupaya
untuk memberantas segala penyakit masyarakat di wilayah kami,”
terangnya. (tim)
berita dari jember
http://wartajember.com/hukum-kriminal-jember/2527-pelapor-mengaku-puas-dengan-sanksi-pencopotan-jabatan-terlapor
Langganan:
Postingan (Atom)
