Minggu, 15 Desember 2013

200 Jaran Kencak Terbaik, Akan Meriahkan Pembukaan Harjalu


Foto : Jaran Kencak, kesenian khas tradisional Kabupaten Lumajang. (dok/kim/sinar harapan/wartajember) - Ada 200 Jaran Kencak yang akan beraksi mewarnai pembukaan peringatan Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke 758 kali ini. Ratusan jaran kencak yang memiliki kemampuan khusus ini, akan tampil di sepanjang jalan dari alun-alun menuju stadion semeru Lumajang.
A’ak Abdullah Al-Kudus, ketua Paguyuban Jharan Kencak Lumajang mengatakan dalam festival ini bakal digelar pada Minggu, 1 Desember 2013, rute dari alun-alun kabupaten Lumajang melewati jalan PB Sudirman hingga terakhir di Stadion Semeru.
Dijelaskan, tampilan kuda terbaik Lumajang, yang akan menari menggunakan dua kaki di sepanjang jalan utama kota Lumajang. Juga atraksi unik dan lucu dari tarian kopyah para pawang kuda akan disuguhkan buat masyarakat Lumajang.
Sebagai Ketua Paguyuban Jaran Kencak Lumajang, A’ak mengaku sangat senang atas respon Pemkab Lumajang, dalam mewadahi seni Jaran Kencak sebagai kesenian kas daerah. Apresiasi ini, diharapkan bisa terselenggara dalam konteks yang lebih esar lagi. “Kami senang bisa tampil melestarikan kesenian daerah di tengah kota,” terangnya.
Seperti daerah-daerah yang lain, setidaknya seni Jaran Kencak bisa menjadi icon budaya Lumajang yang bisa menasional, bahkan mendunia. Di samping akan menjadi tontonan yang sangat menghibur bagi masyarakat Lumajang, festival kesenian asli Lumajang ini, akan membangkitkan rasa bangga dan kecintaan di hati masyarakat.
Kesenian tradisional asli Lumajang ini, dijelaskan oleh A’ak, muncul pada masa Kerajaan Wirabhumi dengan Raja Arya Wiraraja. Kekuasaan Wirabhumi meliputi Tapal Kuda dan Madura, bahkan hingga ke Bima dengan pusat kerajaannya di Kuta Raja Lamajang yang kini menjadi Desa Biting.
Kesenian ini adalah bentuk ekspresi suka cita masyarakat atas kondisi wilayah yang makmur dan sejahtera, gemah ripah lah jinawi. Ada juga yang menyebutkan kesenian ini bentuk penghormatan pada kuda Ranggalawe (putra Arya Wiraraja) yang bernama Nila Ambhara. Kuda itu menurut dia terkenal sebagai kuda paling tangguh dan pintar.
Adalah Klabisajeh, pertapa suci yang tinggal di lereng Gunung Lemongan, sebagai orang pertama kali yang menciptakan kesenian Jaran Kencak ini. Berkat kesaktiannya dia bisa membuat kuda liar menjadi tunduk jinak dan pandai menari.
Kepala Kantor Pariwisata Seni dan Budaya (Kanparsenbud) Kabupaten Lumajang, Gawat Sudarmanto, menegaskan Pemerintah Daerah akan mengupayakan agar Festival Jaran Kencak bisa dilaksanakan rutin. Yakni  tiap tanggal 1 Desember membuka perayaan Harjalu. “Supaya Festival Jaran Kencak menjadi agenda wisata nasional,” katanya. (yn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar