Tak ada korban jiwa dalam peristiwa
tersebut. Namun hingga Selasa sore tadi, sesuai penuturan Aziz, kepala
desa setempat, masih belum ada kepedulian dari Pemerintah Kabupaten
Jember pada nasib warganya yang terkena musibah putting beliung
tersebut.
“Saya sudah melihat, bahkan sudah saya
laporkan ke Bapak Camat,” kata Aziz, Kepala Desa Tisnogambar ketika
ditemui wartawan sore tadi. Aziz juga menyesalkan sikap pemerintah
daerah, yang terkesan tidak peduli dengan korban bencana.
Pada beberapa kejadian yang menimpa
warga desanya, kata Aziz, pemerintah daerah selalu terlambat dalam
memberikan bantuan. “Saya sempat menyurati secara resmi, hingga mengirim
foto, namun kurang ada perhatian serius,” terangnya.
Hingga sore kemarin, belum ada bantuan
dari pemerintah yang menghampiri korban. Para korban yang rumahnya rata
dengan tanah, terpaksa memilih numpang ke rumah tetangga sambil menunggu
bantuan pemerintah untuk membangun rumahnya kembali.
Saham (50), warga Dusun Jatisari, Desa
Tisno Gambar, Kecamatan Bangsalsari yang rumahnya ambruk total oleh
terjangan putting beliung mengatakan, bahwa saat kejadian dirinya tidak
sedang berada di rumah. Begitu mendapat kabar, dirinya langsung bergegas
pulang.
Walau didapati rumahnya sudah rata
dengan tanah, namun Sahan bersyukur karena seluruh anggota keluarganya
masih diberi selamat dari musibah tersebut. “Ya bersyukur Mas, walau
barang-barang tidak ada yang bisa diselamatkan, namun seluruh angota
keluarga selamat,” terang Saham.
Kejadian itu sendiri, diceritakan oleh
Siadi menantu Saham, diawali dengan turunnya hujan yang tidak terlalu
deras. Namun kemudian angin berembus sangat kencang. “Seperti suara
kapal. Dan kami (istri, anak, dan iparnya, red) waktu itu berada di
dalam rumah,” kata Siadi.
Tiba-tiba saja, puting beliung menerjang
sisi barat rumahnya, yang seketika itu membuat rumahnya roboh. “Saat
rumah akan roboh, beruntung ada salah satu kayu rumah yang masih menahan
genteng. Jadi kami bisa selamat,” terang Siadi yang hanya mengalami
luka lecet di punggungnya.
Atas kejadian tersebut, Saham mengaku
tidak tahu pasti kapan dirinya bisa membangun rumahnya kembali. Sahan
dan keluarganya yang kini masih menumpang di rumah tetangga itu pun
berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah dalam membangun
rumahnya kembali. (tim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar