Jumat, 15 November 2013

korban puting beliung di bangsal sari jember


Puting beliung yang menerjang kawasan Bangsalsari pada Senin sore mengakibatkan dua rumah warga rata dengan tanah. (tim/wartajember)wartajember.com – Terjangan angin puting beliung di Dusun Jatisari, Desa Tisno Gambar, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember pada Senin sore kemarin membuat banyak pepohonan tumbang. Lebih parah lagi, terjangan putting beliung juga membuat dua rumah warga di kawasan Bangsalsari ambruk.
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun hingga Selasa sore tadi, sesuai penuturan Aziz, kepala desa setempat, masih belum ada kepedulian dari Pemerintah Kabupaten Jember pada nasib warganya yang terkena musibah putting beliung tersebut.
“Saya sudah melihat, bahkan sudah saya laporkan ke Bapak Camat,” kata Aziz, Kepala Desa Tisnogambar ketika ditemui wartawan sore tadi. Aziz juga menyesalkan sikap pemerintah daerah, yang terkesan tidak peduli dengan korban bencana.
Pada beberapa kejadian yang menimpa warga desanya, kata Aziz, pemerintah daerah selalu terlambat dalam memberikan bantuan. “Saya sempat menyurati secara resmi, hingga mengirim foto, namun kurang ada perhatian serius,” terangnya.
Hingga sore kemarin, belum ada bantuan dari pemerintah yang menghampiri korban. Para korban yang rumahnya rata dengan tanah, terpaksa memilih numpang ke rumah tetangga sambil menunggu bantuan pemerintah untuk membangun rumahnya kembali.
Saham (50), warga Dusun Jatisari, Desa Tisno Gambar, Kecamatan Bangsalsari yang rumahnya ambruk total oleh terjangan putting beliung mengatakan, bahwa saat kejadian dirinya tidak sedang berada di rumah. Begitu mendapat kabar, dirinya langsung bergegas pulang.
Walau didapati rumahnya sudah rata dengan tanah, namun Sahan bersyukur karena seluruh anggota keluarganya masih diberi selamat dari musibah tersebut. “Ya bersyukur Mas, walau barang-barang tidak ada yang bisa diselamatkan, namun seluruh angota keluarga selamat,” terang Saham.
Kejadian itu sendiri, diceritakan oleh Siadi menantu Saham, diawali dengan turunnya hujan yang tidak terlalu deras. Namun kemudian angin berembus sangat kencang. “Seperti suara kapal. Dan kami (istri, anak, dan iparnya, red) waktu itu berada di dalam rumah,” kata Siadi.
Tiba-tiba saja, puting beliung menerjang sisi barat rumahnya, yang seketika itu membuat rumahnya roboh. “Saat rumah akan roboh, beruntung ada salah satu kayu rumah yang masih menahan genteng. Jadi kami bisa selamat,” terang Siadi yang hanya mengalami luka lecet di punggungnya.
Atas kejadian tersebut, Saham mengaku tidak tahu pasti kapan dirinya bisa membangun rumahnya kembali. Sahan dan keluarganya yang kini masih menumpang di rumah tetangga itu pun berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah dalam membangun rumahnya kembali. (tim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar