Keduanya ditemukan dalam kondisi masih
hidup. Aziz yang ditemukan lebih dahulu kondisinya mengalami patah
tulang kaki kiri akibat terjatuh. Sementara Rifki ditemukan dalam
kondisi lemas akibat dehidrasi dan kelaparan.
Informasi yang berhasil dihimpun
menyebutkan, Rifki ditemukan di sekitar Gunung Boto yang memiliki
ketinggan sekitar 2300 mdpl. Kondisi Rifki disebut sangat lemah saat
ditemukan oleh tim SAR gabungan.
Kepala SAR Kabupaten Lumajang, Nugroho
Dwi Atmoko mengatakan, Rifki ditemukan sekira pukul 11.34 WIB. Saat
ditemukan, kata dia kondisi Rifki sangat lemah. Sebab, selama lima hari,
pemuda kelahiran Jakarta tersebut hanya bertahan dengan minum air. “Al
hamdulillah ditemukan dengan selamat,” ungkapnya.
Rencananya, setelah dicek medis oleh
medis Polres Lumajang, Rifki langsung diserahkan kepada pihak keluarga.
Untuk mengetahui kondisi lebih lanjut, Rifki dibawa ke RS Bhayangkara
untuk perawatan lebih lanjut Rifki sudah diserahkanterimakan kepada
pihak keluarga. Usai ditemukan oleh tim SAR, Rifki memang langsung
dievakuasi. Karena medan relatif aman, proses evakuasi tidak membutuhkan
waktu terlalu lama.
Selain kondisi yang lemah, Nugroho
mengaku Rifki mengalami sejumlah luka lecet di bagian kaki. Namun,
secara umum, Nugroho mengaku kondisinya baik-baik saja. “Sudah
mendapatkan perawatan,” ungkapnya.
Ayu Dwi Utari kepala TNBTS saat
dihubungi mengatakan, walau ditemukan dalam kondisi masih cukup sehat,
namun Rifki mengalami dehidrasi dan kelaparan yang hebat. Dievakuasi
dari Gunung Boto, sekitar pukul 16.00 WIB Rifki sudah sampai di posko
Tawon Songo dan segera mendapatkan pertolongan pertama.
Sesuai rencana awal, kedua korban yang
berhasil ditemukan akan dibawa terlebih dulu ke Lumajang. Sebab, di
Tawon Songo hanya mendapatkan pertolongan pertama saja. "Bila sesuai
rencana awal kedua korban akan dibawa ke Lumajang," paparnya.
Lanjut Ayu, kemungkinan besar Rifki bisa
bertahan selama hampir 5 hari, hanya makan dedaunan dan minum air yang
ada di cekungan. Namun, diakui fisik Rifki cukup bagus karena bisa
bertahan. "Yang perlu di garis bawahi bahwa Rifki juga baru pertama kali
mendaki Gunung," imbuhnya.
Ia melihat, bahwa Rifki terlalu berani
dan tidak memperhatiakn aturan-aturan pendakian. Selama Ia menjadi
kepala TNBTS sudah ada dua pendaki yang tersesat dan keduanya juga masih
baru pertama kali mendaki. "Semeru bukan ajang untuk coba-coba, ini
pembelajaran bagi yang lainnya," pungkasnya. (yn)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar