Sabtu, 16 November 2013

Akhirnya, Dua Pendaki Semeru Yang Hilang Berhasil Ditemukan Semua




Setelah Aziz ditemukan pada Minggu pagi kemarin, menyusul Muhamad Rifki Perdana ditemukan pada Senin siang (11/11/13). (yn/wartajember) - Perjuangan yang gigih para Tim SAR gabungan dalam mencari dua pendaki Gunung Semeru yang sempat hilang sejak hari Rabu (07/11), akhirnya berhasil menemukan keduanya dalam kondisi selamat. Setelah Aziz ditemukan di sebuah jurang di area blank 75 pada Minggu pagi, menyusul Muhammad Rifki Perdana ditemukan di kawasan Gunung Boto pada Senin (11/11/13), sekitar pukul 12.00 WIB.
Keduanya ditemukan dalam kondisi masih hidup. Aziz yang ditemukan lebih dahulu kondisinya mengalami patah tulang kaki kiri akibat terjatuh. Sementara Rifki ditemukan dalam kondisi lemas akibat dehidrasi dan kelaparan.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, Rifki ditemukan di sekitar Gunung Boto yang memiliki ketinggan sekitar 2300 mdpl. Kondisi Rifki disebut sangat lemah saat ditemukan oleh tim SAR gabungan.
Kepala SAR Kabupaten Lumajang, Nugroho Dwi Atmoko mengatakan, Rifki ditemukan sekira pukul 11.34 WIB. Saat ditemukan, kata dia kondisi Rifki sangat lemah. Sebab, selama lima hari, pemuda kelahiran Jakarta tersebut hanya bertahan dengan minum air. “Al hamdulillah ditemukan dengan selamat,” ungkapnya.
Rencananya, setelah dicek medis oleh medis Polres Lumajang, Rifki langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Untuk mengetahui kondisi lebih lanjut, Rifki dibawa ke RS Bhayangkara untuk perawatan lebih lanjut Rifki sudah diserahkanterimakan kepada pihak keluarga. Usai ditemukan oleh tim SAR, Rifki memang langsung dievakuasi. Karena medan relatif aman, proses evakuasi tidak membutuhkan waktu terlalu lama.
Selain kondisi yang lemah, Nugroho mengaku Rifki mengalami sejumlah luka lecet di bagian kaki. Namun, secara umum, Nugroho mengaku kondisinya baik-baik saja. “Sudah mendapatkan perawatan,” ungkapnya.
Ayu Dwi Utari kepala TNBTS saat dihubungi mengatakan, walau ditemukan dalam kondisi masih cukup sehat, namun Rifki mengalami dehidrasi dan kelaparan yang hebat. Dievakuasi dari Gunung Boto, sekitar pukul 16.00 WIB Rifki sudah sampai di posko Tawon Songo dan segera mendapatkan pertolongan pertama.
Sesuai rencana awal, kedua korban yang berhasil ditemukan akan dibawa terlebih dulu ke Lumajang. Sebab, di Tawon Songo hanya mendapatkan pertolongan pertama saja. "Bila sesuai rencana awal kedua korban akan dibawa ke Lumajang," paparnya.
Lanjut Ayu, kemungkinan besar Rifki bisa bertahan selama hampir 5 hari, hanya makan dedaunan dan minum air yang ada di cekungan. Namun, diakui fisik Rifki cukup bagus karena bisa bertahan. "Yang perlu di garis bawahi bahwa Rifki juga baru pertama kali mendaki Gunung," imbuhnya.
Ia melihat, bahwa Rifki terlalu berani dan tidak memperhatiakn aturan-aturan pendakian. Selama Ia menjadi kepala TNBTS sudah ada dua pendaki yang tersesat dan keduanya juga masih baru pertama kali mendaki. "Semeru bukan ajang untuk coba-coba, ini pembelajaran bagi yang lainnya," pungkasnya. (yn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar