Jumat, 15 November 2013

penjual rujak diburu polisi


Takut pelaku datang lagi, Suparmi minta polisi segera tangkap pelaku. (tim/wartajember) - Dengan diantar keponakannya, Suparmi (55), seorang penjual rujak asal Dusun Mandaran II, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember siang tadi (14/11/13) mendatangi Mapolsek Puger. Sambil menunjukkan perban yang membalut luka di tangan kanannya, kepada petugas SPK Suparmi melapor jika dirinya telah dilukai dan diancam akan dibunuh oleh Andrik tetangganya.
Melapornya korban Mapolsek Puger, menyusul luka serius di tangan kanannya akibat menangkis serangan pisau Andrik yang sedang dalam pengaruh minuman keras. “Pisau itu mengarah ke dada saya, untung saja saya tangkis, jadi tangan saya yang terluka,” terangnya.
Sri Sundari, keponakan korban menjelaskan, kejadian bermula saat Suparmi sedang meracik rujak di warung depan rumahnya. Saat itu, pelaku sedang berada di warung tersebut bersama salah seorang temannya.
Karena sesuatu hal, kata Sri, Suparmi menegur salah seorang teman pelaku. Andri yang tidak terima atas perlakuan Suparmi kepada temannya, tiba-tiba saja membentak Suparmi. “Sambil mengancam akan membunuhnya (Suparmi, red),” terang Sri.
Sambil marah-marah dan mengancam akan membunuh korban, lanjut Sri, tiba-tiba  Andrik menuju kerumahnya yang hanya berjarak tiga rumah dari warung korban. Ternyata saat kembali ke warung, Andrik sudah membawa pisau. “Sepertinya saat pulang, dia (Andri, red) sengaja mengambil pisau dari rumahnya,” tambah Sri.
Tanpa disangka, Andrik yang nampak terhuyung saat berjalan akibat minuman keras itu langsung menghunuskan pisau tersebut ke arah korban. Rasa kaget bercampur takut, korban pun spontan menangkis serangan pisau pelaku dengan tangannya. Walau serangan pelaku gagal, namun tangan kanan korban mengalami luka serius setelah menangkis serangan pelaku.
Di lingkungan Dusun Mandaran, Andrik terkenal sebagai orang yang ganas dan pemabuk. Bahkan, para tetangga yang waktu itu sempat menyaksikan ulah pelaku pada korban, hanya memilih diam karena merasa takut dengan pelaku. Karenanya para tetangga tidak ada yang berani mendekat.
“Dia baru saja keluar dari penjara. Sekitar dua minggu yang lalu,” terang Sri. Sementara itu, usai menyerang korban, hingga tangan korban berdarah-darah, pelaku ternyata langsung kabur entah kemana.
Walau laporannya sudah rampung, Suparmi terlihat enggan pulang kerumahnya. Dia mengaku takut, jangan-jangan pelaku mendatanginya lagi dan berbuat jahat. “Ya kalau di sini saya masih aman. Bagaimana nanti malam atau kapanpun, jika tidak segera ditangkap, kan bisa saja datang lagi untuk menyerang saya kembali,” terangnya.
Kondisi itu, membuat petugas Polsek Puger bergegas melacak keberadaan pelaku yang diketahui langsung kabur usai melukai tangan korban. Selain itu, sepak terjang pelaku dinilai cukup membahayakan. Karena dalam catatan kriminalnya, pelaku merupakan residivis kambuhan yang berkali-kali masuk penjara dengan berbagai kasus. (tim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar