lagu pop terbaru 2014
http://www.youtube.com/watch?v=XJZAoRv8mk0&list=TLoRJrjLpsN_T4xF5SSc6jgBR_6nJpcePu
Selasa, 22 April 2014
Emilia Contessa Raih Suara Terbanyak di Jember
Artis ibu kota lainnya,
yang maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Daerah
Pemilihan Jawa Timur, Emilia Contessa, meraih dukungan terbanyak di
Kabupaten Jember.
Dari hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember, artis kelahiran Banyuwangi ini memperoleh suara sebanyak 85.359 suara. Sedangkan dukungan terbanyak kedua diraih oleh Siti Aminah sebanyak 72.961 suara.
“Setelah kita lihat, lagi- lagi artis (Emilia Contessa) yang sudah dikenal, punya ketokohannya mungkin, mendulang suara terbanyak,” ujar Ketua KPU Kabupaten Jember, Ketty Tri Setyorini, di sela-sela rapat rekapitulasi perolehaan suara, Senin (21/4/2014).
Meski memperoleh suara terbanyak di Jember, bukan berarti Emilia Contessa akan terpilih langsung sebagai anggota DPD RI mewakili Provinsi Jawa Timur.
“Kalau berbicara DPD, nanti harus melihat perolehan seluruh Provinsi Jawa Timur. Nanti digabungkan kemudian dihitung, lalu dilihat rangkingnya. Kalau rangkingnya 1,2,3,4 berarti dia yang akan ditetapkan sebagai calon terpilih,” imbuh Ketty.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lapangan, saat ini rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan perolehan suara pemilu anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, masih berlangsung. Penghitungan kali ini sudah memasuki penghitungan perolehan suara untuk DPRD Provinsi Jawa Timur.
Dari hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember, artis kelahiran Banyuwangi ini memperoleh suara sebanyak 85.359 suara. Sedangkan dukungan terbanyak kedua diraih oleh Siti Aminah sebanyak 72.961 suara.
“Setelah kita lihat, lagi- lagi artis (Emilia Contessa) yang sudah dikenal, punya ketokohannya mungkin, mendulang suara terbanyak,” ujar Ketua KPU Kabupaten Jember, Ketty Tri Setyorini, di sela-sela rapat rekapitulasi perolehaan suara, Senin (21/4/2014).
Meski memperoleh suara terbanyak di Jember, bukan berarti Emilia Contessa akan terpilih langsung sebagai anggota DPD RI mewakili Provinsi Jawa Timur.
“Kalau berbicara DPD, nanti harus melihat perolehan seluruh Provinsi Jawa Timur. Nanti digabungkan kemudian dihitung, lalu dilihat rangkingnya. Kalau rangkingnya 1,2,3,4 berarti dia yang akan ditetapkan sebagai calon terpilih,” imbuh Ketty.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lapangan, saat ini rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan perolehan suara pemilu anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, masih berlangsung. Penghitungan kali ini sudah memasuki penghitungan perolehan suara untuk DPRD Provinsi Jawa Timur.
Berita Terkait: Pemilu 2014
Minggu, 15 Desember 2013
200 Jaran Kencak Terbaik, Akan Meriahkan Pembukaan Harjalu
A’ak Abdullah Al-Kudus, ketua Paguyuban
Jharan Kencak Lumajang mengatakan dalam festival ini bakal digelar pada
Minggu, 1 Desember 2013, rute dari alun-alun kabupaten Lumajang melewati
jalan PB Sudirman hingga terakhir di Stadion Semeru.
Dijelaskan, tampilan kuda terbaik
Lumajang, yang akan menari menggunakan dua kaki di sepanjang jalan utama
kota Lumajang. Juga atraksi unik dan lucu dari tarian kopyah para
pawang kuda akan disuguhkan buat masyarakat Lumajang.
Sebagai Ketua Paguyuban Jaran Kencak
Lumajang, A’ak mengaku sangat senang atas respon Pemkab Lumajang, dalam
mewadahi seni Jaran Kencak sebagai kesenian kas daerah. Apresiasi ini,
diharapkan bisa terselenggara dalam konteks yang lebih esar lagi. “Kami
senang bisa tampil melestarikan kesenian daerah di tengah kota,”
terangnya.
Seperti daerah-daerah yang lain,
setidaknya seni Jaran Kencak bisa menjadi icon budaya Lumajang yang bisa
menasional, bahkan mendunia. Di samping akan menjadi tontonan yang
sangat menghibur bagi masyarakat Lumajang, festival kesenian asli
Lumajang ini, akan membangkitkan rasa bangga dan kecintaan di hati
masyarakat.
Kesenian tradisional asli Lumajang ini,
dijelaskan oleh A’ak, muncul pada masa Kerajaan Wirabhumi dengan Raja
Arya Wiraraja. Kekuasaan Wirabhumi meliputi Tapal Kuda dan Madura,
bahkan hingga ke Bima dengan pusat kerajaannya di Kuta Raja Lamajang
yang kini menjadi Desa Biting.
Kesenian ini adalah bentuk ekspresi suka cita masyarakat atas kondisi wilayah yang makmur dan sejahtera, gemah ripah lah jinawi. Ada
juga yang menyebutkan kesenian ini bentuk penghormatan pada kuda
Ranggalawe (putra Arya Wiraraja) yang bernama Nila Ambhara. Kuda itu
menurut dia terkenal sebagai kuda paling tangguh dan pintar.
Adalah Klabisajeh, pertapa suci yang
tinggal di lereng Gunung Lemongan, sebagai orang pertama kali yang
menciptakan kesenian Jaran Kencak ini. Berkat kesaktiannya dia bisa
membuat kuda liar menjadi tunduk jinak dan pandai menari.
Kepala Kantor Pariwisata Seni dan Budaya
(Kanparsenbud) Kabupaten Lumajang, Gawat Sudarmanto, menegaskan
Pemerintah Daerah akan mengupayakan agar Festival Jaran Kencak bisa
dilaksanakan rutin. Yakni tiap tanggal 1 Desember membuka perayaan
Harjalu. “Supaya Festival Jaran Kencak menjadi agenda wisata nasional,”
katanya. (yn)
Sabtu, 16 November 2013
Puluhan Rumah dan Gedung Sekolah di Senduro Rontok Disapu Putting Beliung
Informasi dari lokasi kejadian, angin
puting beliung yang diawali dengan hujan deras tersebut, juga
menumbangkan puluhan pohon yang ada di kawasan tersebut. Kerusakan
terparah akibat terjangan putting beliung, menurut sumber informasi
terjadi di seputaran pasar Agropolitan, Senduro.
"Ada 15 bangunan yang rusak dan puluhan
pohon tumbang akibat terjangan angin puting beliung siang tadi Mas,"
terang Rochani, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Kabupaten Lumajang ketika dihubungi.
Dijelaskan, 15 bangunan yang rusak
parah, termasuk puluhan rumah warga dan gedung SMP 1 Senduro. "Gedung
SMP Negeri 1 Senduro ikut rusak, sebagian ruangan kelas ambruk dan pagar
sekolah roboh," jelasnya.
Pasca kejadian, bersama dengan Tim dari
BPBD Lumajang, menyusul kemudian sejumlah relawan dan pihak Muspika
Kecamatan Senduro, Rochani langsung menuju lokasi guna melakukan
pendataan. Sampai di lokasi pun, disampaikan oleh Rochani, Hujan masih
turun disertai angin kencang.
"Ini masih didata sementara, bisa saja
bertambah karena hujan masih turun disertai angin," kata Rochani yang
turun langsung ke lokasi memimpin timnya.
Relawan LPBI NU Lumajang, Siti
Sulhunaini yang juga berada di lokasi mengabarkan, terjangan angin
putting beliung di kawasan Kecamatan Senduro ini adalah yang kedua
kalinya. Seperti kejadian sebelumnya, terjangan putting beliung kali ini
juga merusak sejumlah bangunan, dan menumbangkan puluhan pohon. (yn)
Marisa Cauchi Wanita yang Membongkar Skandal Cinta Sven-Goran Eriksson
daily mail
Eriksson memang tak membuat daftar perempuan-perempuan yang pernah
singgah di hati dan ranjangnya dalam buku itu, namun pria berkebangsaan
Swedia yang kini berusia 65 tahun itu, menyebut sejumlah nama yang
disebutnya sebagai kekasih, termasuk Nancy Dell'Ollio.
Sayangnya, dia melewatkan satu nama penting, Marisa Cauchi. Padahal perempuan miliuner yang tinggal di Burt, Lancashire, Inggris itu, pernah menjadi kekasih Eriksson selama kurang lebih empat tahun, dan berakhir tahun 2011 lalu.
Merasa sakit hati lantaran "tak diakui' dalam sejarah hidup Eriksson, Cauchi pun bertindak. Dia berbicara pada pers dan membongkar skandal seks Eriksson yang mungkin sulit dipercaya orang.
"Dia mengatakan bahwa saya satu-satunya perempuan dalam hidupnya, dan melarang saya berbicara pada umum tentang hubungan kami. Tapi belakangan saya tahu, ternyata di balik larangan itu agar dia bisa berhubungan dengan lima perempuan lain," ujar Cauchi, seperti dilansir Daily Mail.
Yang paling pahit, kata Marisa, dia merasa dibodohi lantaran menjadi satu-satunya orang yang percaya pada kebohongan Eriksson. "Waktu saya marah pada agennya, dia cuma menghela napas. Seolah-olah itu sudah biasa terjadi. Saya benar-benar merasa sangat bodoh," ujarnya.
Skandal cita Erikson juga terkuak setelah telepon selulernya ternyata disadap oleh media Inggris, News of the World selama kurang lebih 4 tahun. Kenyataan ini terungkap dalam persidangan kasus penyadapan telpon yang membuat News of The World ditutup.
Dalam persidangan terungkap jika News of The World menyewa hacker spesialis bernama Glenn Mulcaire untuk menyadap handphone Sven-Goran Eriksson. Saat itu News of The World menyadap handphone Eriksson untuk menggali informasi tentang Faria Alam. Wanita cantik karyawan FA yang terlibat hubungan asmara dengan Eriksson.
Sayangnya, dia melewatkan satu nama penting, Marisa Cauchi. Padahal perempuan miliuner yang tinggal di Burt, Lancashire, Inggris itu, pernah menjadi kekasih Eriksson selama kurang lebih empat tahun, dan berakhir tahun 2011 lalu.
Merasa sakit hati lantaran "tak diakui' dalam sejarah hidup Eriksson, Cauchi pun bertindak. Dia berbicara pada pers dan membongkar skandal seks Eriksson yang mungkin sulit dipercaya orang.
"Dia mengatakan bahwa saya satu-satunya perempuan dalam hidupnya, dan melarang saya berbicara pada umum tentang hubungan kami. Tapi belakangan saya tahu, ternyata di balik larangan itu agar dia bisa berhubungan dengan lima perempuan lain," ujar Cauchi, seperti dilansir Daily Mail.
Yang paling pahit, kata Marisa, dia merasa dibodohi lantaran menjadi satu-satunya orang yang percaya pada kebohongan Eriksson. "Waktu saya marah pada agennya, dia cuma menghela napas. Seolah-olah itu sudah biasa terjadi. Saya benar-benar merasa sangat bodoh," ujarnya.
Skandal cita Erikson juga terkuak setelah telepon selulernya ternyata disadap oleh media Inggris, News of the World selama kurang lebih 4 tahun. Kenyataan ini terungkap dalam persidangan kasus penyadapan telpon yang membuat News of The World ditutup.
Dalam persidangan terungkap jika News of The World menyewa hacker spesialis bernama Glenn Mulcaire untuk menyadap handphone Sven-Goran Eriksson. Saat itu News of The World menyadap handphone Eriksson untuk menggali informasi tentang Faria Alam. Wanita cantik karyawan FA yang terlibat hubungan asmara dengan Eriksson.
Sebelum Dibunuh, Juhardi Diminta Menghadap Batu Nisan
Ilustrasi M Juhardi (8), bocah
yang masih duduk di bangku kelas II SD Negeri 4 Tanah Abang Ilir,
Kecamatan Muarakuang, Kabupaten Ogan Ilir, tewas dengan kondisi bagian
leher nyaris putus usai ditebas menggunakan sebilah parang, Jumat
(15/11) pukul 07.30. Ironis, pelaku ayah kandungnya, Hartono (38).
Jumat pukul 5.00, Sugiyarti (31) seperti biasa melaksanakan salat
subuh dan menyiapkan sarapan serta melakukan kegiatan dapur lainnya.
Pukul 06.00, Hartono bangun dari tidur dan mandi. Tak lama kemudian
anaknya juga bangun tidur untuk segera berangkat sekolah.
Usai menyiapkan keperluan sekolah dan memberi makan, Sugiarti mengantar Juhardi berangkat ke sekolah.
Namun tiba-tiba sekitar pukul 07.15, Hartono membawa parang yang diacung-acungkan, kemudian langsung masuk kelas 2 SDN 4 Muarakuang untuk mengambil anaknya. Tanpa banyak omong, anaknya itu langsung dia gendong keluar kelas.
Kemudian menuju rumahnya anaknya diturunkan, dituntun berjalan kaki. Sambil mencari dan memanggil istrinya yang sedang berada di rumah tetangganya. Namun bukannya kembali ke rumah, Hartono malah membawa anaknya yang masih mengenakan seragam olahraga itu ke tempat pemakaman umum (TPU) sekitar 50 meter dari rumah.
Sugiarti sempat meminta anaknya jangan dibawa, Hartono malah menendang istrinya itu sambil berujar kalau dia hendak ke surga. Tak lama kemudian, sesampai di pemakaman, Juhardi disuruh ayahnya berdiri di depan batu nisan.
Sungguh Juhardi anak yang baik, dia menurut saja perintah sang ayah. Sugiarti saat itu posisinya masih dalam perjalanan menyusul usai terjatuh kena tendang.
Tak lama, Sugiarti mendengar suara tebasan. Dia yang berjarak 3 meter dari lokasi eksekusi berteriak histeris. Juhardi pun tewas dalam kondisi masih mengenakan seragam olahraga, luka bacokan pada bagian leher sebelah kiri sehingga mengakibatkan bocah itu tidak bernyawa lagi.
Kepala Desa Tanah Abang, Hendri (37) bersama warga, datang ke lokasi setelah mendapat laporan dari Kepala SDN 4, Ernasari (51).
Kades dan warga mendapati Juhardi sudah dalam keadaan tergeletak bersimbah darah dengan kondisi tidak bernyawa. Sedangkan Hartono pada saat itu masih memegang sebilah parang.
Hendri dibantu warga mencoba mengamankan Hartono, tetapi langsung dapat perlawanan. Beberapa warga yang mencoba menghalau sempat terkena sabetan, sehingga salah seorang warga desa setempat bernama Budi bin Mahmud terluka.
Hartono juga mengibaskan parang ke arah tubuhnya sendiri hingga mengakibatkan luka bacok pada bagian kepala sebelah kanan serta luka bacok di bagian leher belakangnya. Setalah polisi datang, barulah dia dapat diamankan. Budi dan Hartono kemudian dibawa ke puskesmas.
Menurut Hendri, Hartono warga pendatang yang baru tiga bulan tinggal di Tanah Abang. Sebelumnya dia tinggal di Tugumulyo, Kabupaten OKI.
Kapolsek Muara Kuang Iptu Robi Sugara SH membenarkan telah terjadinya peristiwa berdarah tersebut. "Dugaan sementara, pelaku mengidap gangguan jiwa," katanya.
Robi mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap motif pembunuhan tersebut. Beberapa orang saksi yang pada saat kejadian tersebut berada di TKP juga dimintai keterangan. Polisi juga memeriksa Kepsek Ernasari, walikelas Ernawijaya (46), dan guru olahraga Herman (48).
Hartono rencananya akan dibawa ke RS Jiwa di Palembang.
Peristiwa ini mengulang insiden sebelumnya pada pertengahan Oktober lalu di Desa Embacang Kecamatan Tanjung Batu, seorang ayah tega menghabisi nyawa anak dan istri dengan menggunakan sebuah Palu karena masalah keluarga. (cr7/SP)
Usai menyiapkan keperluan sekolah dan memberi makan, Sugiarti mengantar Juhardi berangkat ke sekolah.
Namun tiba-tiba sekitar pukul 07.15, Hartono membawa parang yang diacung-acungkan, kemudian langsung masuk kelas 2 SDN 4 Muarakuang untuk mengambil anaknya. Tanpa banyak omong, anaknya itu langsung dia gendong keluar kelas.
Kemudian menuju rumahnya anaknya diturunkan, dituntun berjalan kaki. Sambil mencari dan memanggil istrinya yang sedang berada di rumah tetangganya. Namun bukannya kembali ke rumah, Hartono malah membawa anaknya yang masih mengenakan seragam olahraga itu ke tempat pemakaman umum (TPU) sekitar 50 meter dari rumah.
Sugiarti sempat meminta anaknya jangan dibawa, Hartono malah menendang istrinya itu sambil berujar kalau dia hendak ke surga. Tak lama kemudian, sesampai di pemakaman, Juhardi disuruh ayahnya berdiri di depan batu nisan.
Sungguh Juhardi anak yang baik, dia menurut saja perintah sang ayah. Sugiarti saat itu posisinya masih dalam perjalanan menyusul usai terjatuh kena tendang.
Tak lama, Sugiarti mendengar suara tebasan. Dia yang berjarak 3 meter dari lokasi eksekusi berteriak histeris. Juhardi pun tewas dalam kondisi masih mengenakan seragam olahraga, luka bacokan pada bagian leher sebelah kiri sehingga mengakibatkan bocah itu tidak bernyawa lagi.
Kepala Desa Tanah Abang, Hendri (37) bersama warga, datang ke lokasi setelah mendapat laporan dari Kepala SDN 4, Ernasari (51).
Kades dan warga mendapati Juhardi sudah dalam keadaan tergeletak bersimbah darah dengan kondisi tidak bernyawa. Sedangkan Hartono pada saat itu masih memegang sebilah parang.
Hendri dibantu warga mencoba mengamankan Hartono, tetapi langsung dapat perlawanan. Beberapa warga yang mencoba menghalau sempat terkena sabetan, sehingga salah seorang warga desa setempat bernama Budi bin Mahmud terluka.
Hartono juga mengibaskan parang ke arah tubuhnya sendiri hingga mengakibatkan luka bacok pada bagian kepala sebelah kanan serta luka bacok di bagian leher belakangnya. Setalah polisi datang, barulah dia dapat diamankan. Budi dan Hartono kemudian dibawa ke puskesmas.
Menurut Hendri, Hartono warga pendatang yang baru tiga bulan tinggal di Tanah Abang. Sebelumnya dia tinggal di Tugumulyo, Kabupaten OKI.
Kapolsek Muara Kuang Iptu Robi Sugara SH membenarkan telah terjadinya peristiwa berdarah tersebut. "Dugaan sementara, pelaku mengidap gangguan jiwa," katanya.
Robi mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap motif pembunuhan tersebut. Beberapa orang saksi yang pada saat kejadian tersebut berada di TKP juga dimintai keterangan. Polisi juga memeriksa Kepsek Ernasari, walikelas Ernawijaya (46), dan guru olahraga Herman (48).
Hartono rencananya akan dibawa ke RS Jiwa di Palembang.
Peristiwa ini mengulang insiden sebelumnya pada pertengahan Oktober lalu di Desa Embacang Kecamatan Tanjung Batu, seorang ayah tega menghabisi nyawa anak dan istri dengan menggunakan sebuah Palu karena masalah keluarga. (cr7/SP)
Akhirnya, Dua Pendaki Semeru Yang Hilang Berhasil Ditemukan Semua
Keduanya ditemukan dalam kondisi masih
hidup. Aziz yang ditemukan lebih dahulu kondisinya mengalami patah
tulang kaki kiri akibat terjatuh. Sementara Rifki ditemukan dalam
kondisi lemas akibat dehidrasi dan kelaparan.
Informasi yang berhasil dihimpun
menyebutkan, Rifki ditemukan di sekitar Gunung Boto yang memiliki
ketinggan sekitar 2300 mdpl. Kondisi Rifki disebut sangat lemah saat
ditemukan oleh tim SAR gabungan.
Kepala SAR Kabupaten Lumajang, Nugroho
Dwi Atmoko mengatakan, Rifki ditemukan sekira pukul 11.34 WIB. Saat
ditemukan, kata dia kondisi Rifki sangat lemah. Sebab, selama lima hari,
pemuda kelahiran Jakarta tersebut hanya bertahan dengan minum air. “Al
hamdulillah ditemukan dengan selamat,” ungkapnya.
Rencananya, setelah dicek medis oleh
medis Polres Lumajang, Rifki langsung diserahkan kepada pihak keluarga.
Untuk mengetahui kondisi lebih lanjut, Rifki dibawa ke RS Bhayangkara
untuk perawatan lebih lanjut Rifki sudah diserahkanterimakan kepada
pihak keluarga. Usai ditemukan oleh tim SAR, Rifki memang langsung
dievakuasi. Karena medan relatif aman, proses evakuasi tidak membutuhkan
waktu terlalu lama.
Selain kondisi yang lemah, Nugroho
mengaku Rifki mengalami sejumlah luka lecet di bagian kaki. Namun,
secara umum, Nugroho mengaku kondisinya baik-baik saja. “Sudah
mendapatkan perawatan,” ungkapnya.
Ayu Dwi Utari kepala TNBTS saat
dihubungi mengatakan, walau ditemukan dalam kondisi masih cukup sehat,
namun Rifki mengalami dehidrasi dan kelaparan yang hebat. Dievakuasi
dari Gunung Boto, sekitar pukul 16.00 WIB Rifki sudah sampai di posko
Tawon Songo dan segera mendapatkan pertolongan pertama.
Sesuai rencana awal, kedua korban yang
berhasil ditemukan akan dibawa terlebih dulu ke Lumajang. Sebab, di
Tawon Songo hanya mendapatkan pertolongan pertama saja. "Bila sesuai
rencana awal kedua korban akan dibawa ke Lumajang," paparnya.
Lanjut Ayu, kemungkinan besar Rifki bisa
bertahan selama hampir 5 hari, hanya makan dedaunan dan minum air yang
ada di cekungan. Namun, diakui fisik Rifki cukup bagus karena bisa
bertahan. "Yang perlu di garis bawahi bahwa Rifki juga baru pertama kali
mendaki Gunung," imbuhnya.
Ia melihat, bahwa Rifki terlalu berani
dan tidak memperhatiakn aturan-aturan pendakian. Selama Ia menjadi
kepala TNBTS sudah ada dua pendaki yang tersesat dan keduanya juga masih
baru pertama kali mendaki. "Semeru bukan ajang untuk coba-coba, ini
pembelajaran bagi yang lainnya," pungkasnya. (yn)
Langganan:
Postingan (Atom)
